Empat Skenario
Skenario 1 — Opus Plan, Sonnet Implement
Requirement
↓
Opus
↓
Planning
↓
Sonnet
↓
Implementation
↓
TestingKelebihan
- Planning lebih kuat.
- Cocok untuk architecture dan fitur kompleks.
- Implementasi tetap menggunakan Sonnet.
- Risiko salah desain lebih rendah dibanding Sonnet untuk seluruh proses.
Kekurangan
- Lebih banyak penggunaan dibanding Sonnet untuk seluruh proses.
- Tidak memiliki workflow tambahan dari Superpowers.
- Kualitas implementasi masih bergantung pada kualitas plan.
Cocok untuk
- Perubahan architecture.
- Authentication dan authorization.
- Database migration besar.
- Integrasi sistem lama dengan Laravel.
- Refactoring modul besar.
Skenario 2 — Sonnet Plan, Sonnet Implement
Requirement
↓
Sonnet
↓
Planning
↓
Sonnet
↓
Implementation
↓
TestingKelebihan
- Sederhana.
- Cepat.
- Relatif hemat usage.
- Cocok untuk pekerjaan rutin dan task kecil sampai menengah.
Kekurangan
- Planning tidak sekuat Opus untuk masalah architecture yang sangat kompleks.
- Untuk perubahan besar, mungkin membutuhkan lebih banyak iterasi debugging.
Cocok untuk
- Bug sederhana.
- Perubahan UI.
- Validation.
- CRUD sederhana.
- Perubahan query.
- Penambahan field.
- Endpoint sederhana.
Skenario 3 — Opus Plan, Sonnet Implement + Superpowers
Requirement
↓
Superpowers
↓
Brainstorming
↓
Specification
↓
Opus
↓
Detailed Plan
↓
Task Breakdown
↓
Sonnet
↓
Implementation
↓
Testing
↓
Verification
↓
ReviewKelebihan
- Planning sangat kuat.
- Requirement lebih terstruktur.
- Task besar lebih terkontrol.
- Testing dan verification lebih terarah.
- Cocok untuk perubahan berisiko tinggi.
Kekurangan
- Workflow lebih panjang.
- Penggunaan context dan usage lebih tinggi.
- Lebih lambat untuk task sederhana.
- Tidak efisien jika digunakan seluruh 8 orang untuk semua pekerjaan.
Cocok untuk
- Perubahan architecture besar.
- Authentication dan session management.
- RBAC.
- Database redesign.
- Integrasi Laravel dengan PHP Native.
- Migrasi sistem.
- Refactoring besar.
Skenario 4 — Sonnet Plan, Sonnet Implement + Superpowers
Requirement
↓
Superpowers
↓
Brainstorming
↓
Specification
↓
Sonnet
↓
Planning
↓
Task Breakdown
↓
Sonnet
↓
Implementation
↓
Testing
↓
VerificationKelebihan
- Lebih terstruktur daripada Sonnet tanpa Superpowers.
- Tidak membutuhkan Opus untuk setiap pekerjaan.
- Cocok untuk task menengah.
- Testing dan verification lebih terarah.
Kekurangan
- Planning tidak sekuat Opus untuk architecture yang sangat kompleks.
- Workflow lebih berat dibanding Sonnet tanpa Superpowers.
Cocok untuk
- Modul baru.
- API baru.
- Dashboard.
- Report.
- Export Excel.
- CRUD yang cukup kompleks.
- Refactoring menengah.